Monday, June 8, 2015

SEJUTA KHASIAT KELOR



Pohon kelor adalah pohon yang mudah tumbuh di daerah tropis. Pohon ini diduga berasal dari daerah di sekitar Nepal, India. Di Indonesia, pohon  ini tumbuh di mana-mana dan banyak ditanam oleh petani sebagai pagar atau batas kebun karena pohon ini memang awet hidup, pada musim kemarau panjang sekalipun.
Lowell Flugie, seorang warga negara Prancis yang tinggal dan bekerja di Senegal, yang pertama kali meneliti kandungan nutrisi daun kelor. Pada akhir tahun 90an, Lowell mulai meneliti daun kelor  dan menemukan bukti bahwa ibu-ibu hamil yang mengalami gizi buruk sekalipun masih bisa dibantu untuk memiliki bayi yang sehat dengan cara mengonsumsi daun kelor. Hasil penelitian Lowell ini sekarang banyak dimanfaatkan oleh banyak negara untuk memerangi gizi buruk, terutama negara-negara berkembang di semenanjung Afrika.  Program penggalakan penanaman daun kelor di negara-negara afrika merupakan kampanye yang intensif melalui lembaga-lembaga pendidikan dan swadaya masyarakat. Tak kurang dari seorang sekjen PBB (Kofi Annan) pada waktu itu ikut mendukung sosialisasi penggunaan daun kelor untuk memerangi gizi buruk.
Dengan penelitian ilmiah,daun kelor terungkap memngandung 
berbagai unsur nutrisi yang diperlukan tubuh untuk memulihkan dan menjaga kesehatan. Variasi dan kadar kandungan nutrisi daun kelor berada di luar batas kewajaran. Tidak heran bahwa media massa internasional mempopulerkan sebutan daun kelor dengan “Miracle Tree” atau “Tree of Life”.

Nutrisi Daun Kelor
Tidak ada keajaiban dalam daun kelor, tetapi hasil riset menyebutkan bahwa sebuah suplemen daun kelor secara komprehensif memberikan:
1.                  Sepuluh vitamin esensial dan sebelas mineral penting
2.                  Sembilan asam amino esensial lengkap
3.                  Lebih dari 24 jenis antioksidan dan nutrisi anti-inflamasi
Manfaat Bagian Tanaman Kelor
Pohon Kelor  (Moringa oleifera) menghasilkan biji special yang dapat membantu pembekuan untuk membersihkan/ menjernihkan air. Penggunaannya sudah dimulai di Sudan dan Peru, dimana kawasan perumahan mendapatkan pasokan air dari danau atau sungai terdekat. Untuk membersihkan air keruh dan berlumpur, penduduk setempat menggunakan biji dari pohon kelor, yang juga dikenal sebagai morongghi. Di India, kelor berkhasiat sebagai obat anemia, Anxiety , asma, bronchitis, katarak, kolera, conjunctivitis, batuk, diare, infeksi mata dan telinga, demam,gangguan kelenjar,dan sebagainya. Berikut akan dijelaskan mengenai manfaat medis dari setiap bagian tanaman kelor.
1.      Akar
Akar tanaman kelor dikenal berkhasiat sebagai obat penambah nafsu makan, penurun tekanan darah tinggi, mengobati reumatik,dan sebagainya.
2.      Daun
Daun kelor mengandung zat gizi paling lengkap dibandingkan tumbuhan lainnya. Daun kelor kering mengandung sekitar 27 persen dan berbagai unsur zat gizi yang diperlukan tubuh  untuk menjaga kesehatan dan mengontrol kadar gula darah (mengobati diabetes mellitus). Dari berbagai riset,daun kelor juga memiliki khasiat anti kanker dan mengobati HIV.
3.      Biji
Hasil penelitian Madsen dan Dchlundt serta Grabow dan kawan-kawan menunjukkan bahwa serbuk biji kelor mampu menumpas bakteri Escherichia coli, Streptococcus, dan memiliki sifat anti-mikroba. Sehingga fungsi biji kelor sebagai penjernih air yaitu mampu membersihkan air dari berbagai macam bakteri.


4.      Kulit batang
Dalam penelitian kulit batang kelor sebagai anti-konvulsi atau anti kejang di Fakultas farmasi Universitas Padjdjaran Bandung, Prof.Dr. Anas Subarnas mengatakan bahwa kulit batang kelor memiliki manfaat sebagai anti kejang dan mengatasi pembengkakan dan sariawan.
5.      Bunga
Rebusan bunga kelor dapat mengatasi radang tenggorokan. Disamping itu juga, tanaman kelor memiliki manfaat non-medis antara lain digunakan sebagai sumber pangan dan gizi.


Kandungan Gizi Tanaman Kelor

Begitu dahsyatnya khasiat daun kelor mengatasi aneka penyakit.  Ahli gizi dari Pusat Penelitian Gizi dan Makanan, Dr Mien Karmini, mengatakan, “Konsumsi asam amino terlalu banyak, efeknya tidak terlalu mengkhawatirkan. Namun, kerja ginjal lebih berat karena asam amino dikeluarkan melalui ginjal. Bila asam amino berasal dari nabati, kemungkinan ginjal bekerja ekstra lebih rendah daripada asam amino dari hewani.”
Beberapa senyawa aktif dalam daun kelor adalah arginin, leusin, dan metionin. Tubuh memang memproduksi arginin, tetapi sangat terbatas. Oleh karena itu perlu asupan dari luar seperti kelor. Kandungan arginin pada daun kelor segar mencapai 406,6 mg; sedangkan pada daun kering, 1.325 mg. Menurut Dr Mien Karmini, arginin meningkatkan imunitas atau kekebalan tubuh. Di samping itu, arginin juga mempercepat proses penyembuhan luka, meningkatkan kemampuan untuk melawan kanker, dan memperlambat pertumbuhan tumor.
Sementara metionin yang kadarnya mencapai 117 mg pada daun segar dan 350 mg (kering) mampu menyerap lemak dan kolesterol. Oleh karena itu, metionin menjadi kunci kesehatan hati yang  banyak berhubungan dengan lemak. Kekurangan metionin menyebabkan beragam penyakit seperti rematik kronis, sirosis, dan gangguan ginjal. Kadar valin dalam daun segar 374 mg atau 1.063 mg (kering) berfungsi dalam sistem saraf dan pencernaan. Perannya antara lain membantu gangguan saraf otot, gangguan mental, emosional, dan insomnia.
Tubuh juga memerlukan leusin karena tak mampu memproduksi sendiri. Daun kelor segar mengandung 492 mg leusin berperan dalam pembentukan protein otot dan fungsi sel normal. “Leusin sangat penting untuk pertumbuhan sel sehingga anak-anak dan remaja mutlak memerlukannya. Ambang batas kebutuhan leusin adalah 55 mg per gram protein,” kata Mien Karmini.
Terdapat 20 asam amino dalam stuktur tubuh manusia. 9 merupakan asam amino essensial, yaitu asam amino yang tidak diproduksi oleh tubuh dan harus dipasok oleh makanan. Tanaman kelor, khususnya daun kelor, diteliti mangandung semua asam amino esensial yang diperlukan tubuh, antara lain: histidin, isoleusin, leusin, lisin, metionin, fenilalamin, treonin, triptofan, dan valin. Kandungan asam amino pada daun kelor lebih besar dari standar minimal yang ditentukan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Pangan dan Pertanian (FAO), dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
ESSENTIAL AMINO ACIDS COMPOSITION IN PROTEINS OF MORING (LEAVES) VERSUS SOY (PROTEIN ISOLATE)
Essential Amino Acids
Soy Protein mg/g protein
FAO/WHO 2-5 year old Child Reference Pattern mg/g protein
Moringa oleifera Extracted Leaves mg/g protein
Histidine
26
19
81
Isoleucine
49
28
51
Leucine
82
66
98
Lysine
63
58
66
Methionine + Cystine
26
25
21
Phenylalanine + Tyrosine
90
63
105
Threonine
38
34
50
Tryptophan
13
11
21
Valin
50
35
63
Sumber : Moringa oleifera amino acids values are taken from F.N. Makkar. et al.
Itu hanya sebagian kecil senyawa aktif pada daun kelor. Padahal, selain daun, bagian lain pada tanaman itu juga tak kalah berkhasiat. Kulit batang Moringa oleifera, umpamanya, berkhasiat antitumor. Pantas bila kini makin banyak herbalis yang meresepkan daun kelor. Herbalis di Yogyakarta, Lina Mardiana, misalnya, meresepkan daun kelor untuk para pasien beragam penyakit seperti hiperlipidemia dan pendarahan.
Pada ibu hamil yang mengalami keguguran,  peran kelor membantu produksi sel darah merah akibat kehilangan darah saat keguguran, memperkuat rahim, dan saluran indung telur. Kandungan zat besi kelor sangat tinggi, yakni 28 mg per 100 gram bahan.



Sumber:
Broin M (2006). The nutrient value of Moringa oleifera Lam. leaves:
What can we learn from figure?. Moringa news work shop. (http://www.moringanews.org/doc/GB?Posters?Broin_poster.pdf.). Diakses 18/ 05/ 2010.
Fuglier, L., 1999. The Miracle Tree: Moringa oleifera, Natural Nutrition for the Tropics. Church World Service, Dakkar, Senegal.
daunkelor.com
Sardi Duryatmo. 2011. Kelor Sejuta Khasiat. Trubus online (http://www.trubus-online.co.id/kelor-sejuta-khasiat/) . Diakses Kamis, 16 April 2015, Pukul 20.00.

No comments:

Post a Comment