Showing posts with label 2016. Show all posts
Showing posts with label 2016. Show all posts

Sunday, May 29, 2016

ORMAGIKA BERBAGI

ORMAGIKA BERBAGI


ORMAGIKA FKUB PROUDLY PRESENT

Bulan Ramadhan tinggal menghitung hari! Mari kita manfaatkan kesempatan penuh berkah ini untuk saling berbagi dengan sesama di 'BAKTI SOSIAL ORMAGIKA BERBAGI' bersama Kozi 2016 yang akan dilaksanakan pada :
Hari      : Jumat, 24 Juni 2016
Jam       : 16.00-18.00 WIB
Tempat : Panti Al Husna

Bagi teman-teman yang ingin berpartisipasi dengan memberikan sumbangan, dapat berupa DANA atau BUKU LAYAK PAKAI, yang nantinya dapat dikumpulkan di komting masing-masing kelas :) 
Semoga di bulan penuh berkah ini, bantuan kita dapat memberi sedikit kebahagiaan kepada mereka yang membutuhkan!!

Info lebih lanjut, hubungi :
Huda : 082245649068
Diah  : 081336639229

#baksos2016 #ORMAGIKABERBAGI #GOGIZIGOGIZIGO

OPEN RECRUITMENT

OPEN RECRUITMENT AKBAR OSJUR GIZI DAN SIKAZI 2016

Hello Nutrirangers!!!
Siapa nih yang kepo sama maba gizi?? Ingin berbagi ilmu dan pembinaan untuk maba? Atau 
Mau menjadi bagian dalam acara silaturahmi dan musyawarah keluarga gizi serta penyambutan keluarga gizi yang baru?

OSJUR GIZI dan SIKAZI  hadir kembaliiiiii.....

Pastikan diri kalian untuk aktif berkontribusi menjadi bagian dari keluarga gizi!! 
[Save the date]
Hari        : Rabu-Kamis
Tanggal   : 1-2 Juni 2016
Jam        : 16.00
Tempat  : GPP 404

Form pendaftaran dapat di download di 
OSJUR GIZI : bit.ly/osjurgizi16 
SIKAZI         : bit.ly/sikazi16 

More Information :
OSJUR : Anisah Hamidah (08121747048)
SIKAZI : Farah Herlinda F (089678218344)

Go Gizi Go Gizi Go !!!!

Thursday, May 26, 2016

NUTLOOK




Saat ini, diseluruh dunia telah terjadi sindrom yang disebut dengan binge eating. Sebuah studi di Inggris menyebutkan lebih dari 2% orang dewasa menderita binge eating (ANRED, 2005). Sedangkan prevalensi penderita binge eating di Indonesia menurut US Census Bureau, International Database 2004 adalah 1.669.170 orang dari populasi orang di Indonesia yaitu 218,452,952 (Tantiani, 2007). Angka yang cukup besar bukan? Apakah anda termasuk salah satunya? Mari kenali sejak dini.
Sebelum menelik lebih jauh tentang binge eating, kita harus tahuapa sih yang disebut dengan binge eating itu? Binge eating merupakan penyakit  mental yang serius yang ditandai dengan konsumsi makanan dalam porsi besar dan dengan frekuensi yang sering. Jangka waktu untuk suatu binge itu biasanya 1-2 jam dan periode lama rentang jangka waktu kelainan ini lebih dari 3 bulan.Jika periode makan berlebihan ini tidak berlanjut sampai 3 bulan makan tidak dapat dikatakan atau dinyatakan sebagai penderita binge eating disorder. Hanya dapat dikatakan sebagai kecederungan binge eating.Orang-orang yang mengalami binge eating tidak melakukan kegiatan olahraga sehingga sebagian besar mengalami kelebihan berat badan atau bahkan obesitas. Binge eating dapat dialami oleh semua orang  dari semua usia dan mereka aka mengalami kehilangan kontrol terhadap konsumsi makanan sehingga makan tanpa rasa lapar secara fisik melainkan makan dengan rasa lapar emosi.  Rasa lapar emosi ini muncul saat sedang dalam keadaan stress, marah, bosan ataupun saat sedang dalam kesulitan. Terkadang orang yang mengalami binge eating merasa malu dan bersalah saat mengonsumsi makanan sehingga mereka lebih sering makan sendiri. Dan juga biasanya orang-orang yang menderita binge eating ini selalu makan dengan cepat sehingga rasa kenyang tidak kunjung tiba dan menyebabkan makan secara terus-menerus.
Tanda dan gejala yang dialami oleh penderita binge eating tidak terlalu spesifik sehingga terkadang kita menganggap tanda dan gejala ini adalah masalah yang biasa bukan merupakan penyakit. Tanda dan gejala pada penderita binge eating ini di klasifikasikan menjadi 3 yaitu secara fisik, psikologi, dan kebiasaan. Secara fisik penderita binge eating merasa kelelahan dan tidur tidak nyenyak, merasa konstipasi/BAB sulit sedangkan secara psikologi penderita merasa senang apabila bertemu dengan makanan, merasa sangat kesulitan, sedih, dan takut saat dan setelah binge eating, tidak percaya diri, malu dan tidak suka dengan bentuk tubuh dan secara kebiasaan penderita suka menyimpan makanan dirumah, menghidari pertanyaan tentang makanan dan berat badan, kebiasaan menghabiskan uang untuk membeli makanan, dan masih banyak lagi.
Ada fakta yang baru-baru ini ditemukan bahwa binge eating lebih banyak dialami oleh orang yang menderita obesitas dan lebih banyak juga dialami oleh wanita dibandingkan dengan pria. Dibuktikan oleh penelitian pada populasi yang mengalami kelebihan berat badan (30%) dibandingkan sampel dari populasi umum (5% wanita dan 3 % pria) (Brown,2005). Ternyata penebabnya adalah gender wanita dalam menghadapi stres lebih sering menggunakan mekanisme emotional focused coping (Skuee&Kirby,1995) yaitu mekanisme yang menggunakan emosi untuk menyelesaikan tekanan yang ada. Jadi, dapat dikatakan bahwa wanita kebanyakan akan lebih sering menggunakan Emotion-focused coping daripada Problem-focused coping. Karena pada dasarnya, seorang wanita itu berhubungan dengan emosi, rasio dan suasana hati. Dalam logika berpikirnya wanita biasanya dikuasai oleh kesatuan tersebut, didasari oleh aspek emosi, perasaan dan suasana hatinya (Yenni, Tansil, & Thio, 2013). Pikiran, perasaan dan kemampuan yang terpadu pada wanita sering kali menggambarkan tindakannya yang sering dilandasi emosi. Sehingga dari berbagi alasan diatas bahwa kebanyakan orang yang menderita binge erating adalah perempuan.
Banyak dampak dari binge eating yang cukup berbahaya dan masih belum banyak diketahui oleh banyak orang adalah ruptur gastric atau esofagus (Ung, 2005) dan juga obesitas karena tidak terkontrol pola makan penderita. Kondisi obesitas ini juga dapat menyebabkan berbagai dampak pula yaitu osteoarthritis, gagal ginjal kronis, hipertensi, dan kolesterol tinggi (dislipidemia) yang bisa berujung pada meningkatnya resiko diabetes, struk, dan penyakit jantung. Sangat mengerikan bukan dampak, dari penyakit binge eating ini. Namun jangan khawatir bagi kalian yang mengalami binge eating ini kalian masih bisa disembuhkan dengan cara-cara berikut ini :
1.      Terapi secara individu dan konseling dengan prikoterapis dimana orang tersebut akan mengeksplorasi kesulitan yang dihadapi dan bersiap untuk bergerak ke arah perubahan, psikoterapis sendiri melakukan pendekatan secara interpersonal sehingga penderita binge eating dapat sembuh dari penyakit yang diderita.
2.      Bekerja sama dengan ahli gizi yang nantinya pasien akan mendapatkan rancangan diet yang tepat sehingga mengembalikan kesehatan dan pola makan penderita. Ahli gizi juga akan memberi informasi terkait hubungan pola makan dengan dampak dan efeknya sehingga pasien dapat memutuskan untuk menjaga pola makannya.
3.      Terapi keluarga, gangguan pola makan ini tidak ahanya mempengaruhi orang dengan gangguan makan tersebut tetapi juga memiliki dampak terhadap anggota keluarga sehingga terapi ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan mencari cara untuk mendukung penyembuhan penderita binge eating karena keluarga dapat membantu untuk mendorong penderita untuk sembuh dan saling mendukung.
Oleh karena itu, baik adanya menghindari diri dari kebiasaan makan yang berlebihan agar terjaga pula kesehatan tubuh. Namun apabila sudah mengalami binge eating sebaiknya mulai merubah pola makan ataupun melakukan beberapa terapi sehingga dapat sembuh dan bisa kembali ke pola makan yang benar. Kenali sejak dini tanda dan gejalanya sehingga bisa cepat diatasi dan ditangani. Jangan cepat melampiaskan ke makanan apabila sedang stress coba cari cara lain yang lebih bermanfaat dan bisa mengurangi rasa stress kalian.





Daftar Pustaka :
National Eating Disorder Collaboration. Tanpa tahun. Binge Eating Disorder (BED), (http://www.nedc.com.au/files/logos/0638_NEDC_FS_BED_v4.pdf). Diakses pada 10 Mei 2016.
Body Whys. 2015. Binge Eating : Breaking the Cycle A self-help guide toward recovery, (http://www.bodywhys.ie/m/uploads/BEDBookletUpload.pdf). Diakses pada 10 Mei 2016.
Hapsari, I. 2009. Hubungan faktor stress dengan pola makan, (lib.ui.ac.id). diakses pada 17 Mei 2016.
Audrelia, V. 2015. Hubungan tingkat stress dengan kecenderungan binge eating disorder pada wanita penderita obesitas, (http://psychology.binus.ac.id/2015/09/01/hubungan-tingkat-stres-dengan-kecenderungan-binge-eating-disorder-pada-wanita-penderita-obesitas/). Diakses pada 17 Mei 2016.


Wednesday, April 20, 2016

NUTLOOK




Tak Banyak yang Tahu: Saatnya EPA DHA Dikenal
Oleh
Endah Muspita Ekawati

            Hasil survey (5/4) pada 50 responden (23 mahasiswa kesehatan dan 27 mahasiswa non kesehatan) menunjukkan bahwa sebanyak 33% responden tidak tahu apa itu EPA dan DHA, mengaku tidak tahu apa perbedaan diantara keduanya. Sedikit diantara mereka, yaitu 8,3% (4 responden) yang mengetahui benar EPA dan DHA serta perbedaannya. Jika hal tersebut masih terjadi dikalangan mahasiswa, lalu bagaimana dengan masyarakat umum? Mengacu pada misi Indonesia 2025 salah satunya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui pemberdayaan masyarakat, sudah seharusnya masyarakat mengetahui zat gizi yang berperan dalam menjaga kesehatan tubuh. Banyak masyarakat beranggapan bahwa untuk menerapkan pola hidup sehat bisa dengan cara mengurangi lemak. Namun, tidak semua lemak itu tidak sehat contohnya EPA dan DHA. Namun faktanya sebagian kecil masyarakat hanya mengetahui EPA dan DHA pada produk-produk tertentu misalnya susu formula untuk bayi dan anak-anak. Lantas sebenarnya, apa itu EPA dan DHA?
            Eicosapentaenoic acid (EPA) dan Docosahexaenoic acid (DHA), keduanya merupakan omega 3 yakni asam lemak tidak jenuh ganda (PUFA) yang mempunyai banyak ikatan rangkap. Omega 3 sendiri termasuk dalam jenis lemak baik bagi tubuh dan esensial yang artinya tidak dapat dihasilkan oleh tubuh. Sehingga zat gizi yang satu ini hanya dapat dipenuhi dari luar tubuh, yaitu sekitar 1,1 g/hari untuk orang dewasa. Berikut perbedaan EPA dan DHA antara lain:
EPA
Memiliki struktur rantai panjang dengan jumlah 20 Carbon  dan 5 ikatan rangkap. Pada saat janin dalam kandungan, EPA sangat diperlukan dalam pembentukan sel-sel pembuluh darah dan jantung. Menurut Olaitan et al., (2011) EPA bermanfaat terhadap penyembuhan gejala keloid, menurunkan kolesterol dalam darah khususnya LDL, anti pembekuan darah, dan anti inflamasi. Asam lemak omega 3 yang paling banyak pada ikan adalah EPA. Mengkonsumsi ikan secara teratur dapat mencegah terjadinya penyakit kardiovaskular dan serangan jantung mendadak. Penting diingat bahwa EPA tidak diproduksi oleh ikan, melainkan oleh tumbuhan laut seperti alga. Kandungan EPA dalam ikan disebabkan karena ikan tersebut mengkonsumsi alga yang mengandung kedua asam lemak tersebut (Haris, 2004).
DHA
Memiliki struktur rantai panjang dengan jumlah 22 Carbon  dan 6 ikatan rangkap. DHA berfungsi sebagai unsur lapisan rhodopsin yang merupakan bagian penting dalam penglihatan dan pengiriman sinyal balik dari mata ke otak. Selain itu, DHA merupakan asam lemak otak yang berperan dalam tumbuh kembang dan perkembangan saraf sel-sel neuron dan membantu pembentukan jaringan lemak otak (mylenisasi) sehingga dapat menjaga interkoneksi sel-sel syaraf otak terutama untuk mempengaruhi daya ingat dan fungsi mental. Konsumsi DHA secara teratur meningkatkan mood, melindungi dari demensia dan mengurangi gejala attention deficit hyperactivity disorder (ADHD). Sama halnya dengan EPA, DHA juga berasal dari ikan, namun perbedaannya dapat pula didapatkan dari ASI.

Oleh karena itu semua orang baik balita hingga dewasa baiknya memperhatikan konsumsi EPA dan DHA, konsultasikan kebutuhan Anda kepada Ahli gizi demi menyongsong Indonesia sehat.

Daftar Pustaka:
Diana, Fivi Melva. 2012. Omega 3. Jurnal Kesehatan Masyarakat, Maret 2012-September 2012, Vol. 6, No.2
Haris, W.S. 2004. Review: fish oil supplementation: evidence for health benefits, Cleveland Clinic J. of Medicine, 71(3):208-219
Maulana, Indra T., Sukraso, dan Damayanti, Sophi. 2014. The Content of Fatty Acids in Indonesia’s Fish Oil. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis, Vol. 6, No. 1, Hlm. 121-130, Juni 2014  
Olaitan, B.P., Chen, I-Ping, J. Norris, R. Feinn, O.M. Oluwatosin, and E.J. Reichenberger. 2011. Inhibitory activities of omega-3 fatty acids and traditional african remedies on keloid fibroblasts, Wound, 23(4): 97–105.
Zelman, Kathleen M. 2011. Asam lemak Omega 3- Manfaat minyak ikan, salmon. www.itokindo.org Manajemen Modern dan Kesehatan Masyarakat.

Friday, April 1, 2016

NUTLOOK



This is about Anoreksia Nervosa!



Merasa kelebihan berat badan?
Lagi diet?
AWAS! Jangan asal diet lhoo...
Zaman serba modern seperti sekarang ini membuat orang terus berlomba-lomba untuk mendapatkan bentuk tubuh yang ideal dan proporsional hingga tidak sedikit yang mengalami perilaku makan menyimpang, terutama para kaum hawa (National Institute of Mental Health (NIMH), 2006).
Persepsi tentang bentuk tubuh indahyang keliru mengakibatkan perilaku makan yang salah dan berujung kematian seperti yang terjadi pada kakak beradik model Uruguay, Eliana dan Luisel Ramos.
Demi mencapai keinginan mendapatkan tubuh yang indah, apapun dilakukan bahkan sampai mengurangijumlah makanan dengan ekstrem, hingga dapat dikategorikan sebagai gangguan makan.
Apa sih yang dimaksud gangguan makan?
Gangguan makan ini awalnya gara-gara mengonsumsi makanan yang lebih sedikit atau lebih banyak dibanding biasanya, tetapi pada tahap tertentu, keinginan makan lebih sedikit atau lebih banyak ini berlangsung terus-menerus bahkan terus terjadi hingga di luar keinginan (American Psychiatric Association, 2005).
Nah, ada beberapa gangguan makan yang sering terjadi di masyarakat seperti anoreksia nervosa, bulimia nervosa, dan EDNOS (Eating Disorder Not Otherwise Specified) seperti binge-eating disorder.
Pasti penasaran kan, apa itu anoreksia nervosa?
Anoreksia nervosa ini adalah penyimpangan perilaku makan yang mengakibatkan penurunan berat badan dengan mengurangi jumlah makanan yang dikonsumsi secara drastis hingga menyebabkanpenurunan berat badan yang tidak sehat (Safarino, 2006). Contohnya adalah Isabelle Caro, model dan artis asal Perancis yang memiliki berat badan 25 kilogram dengan tinggi 165 cm.
Penderita anoreksia nervosa ini digolongkan menjadi dua tipe. Yang pertama adalah  restricting typeyang selama mengalami anoreksia tidak selalu memuntahkan makanan, baik itu diransang oleh diri sendiri atau penyalahgunaan obat-obatan seperti obat pencahar, diuretik, atau enema. Sedangkan tipe lainnya adalah purging type yang selama mengalami anoreksia selalu memuntahkan makanan (DSM-IV (Wardlaw & Hampl, 2007)).
Tahu nggak, apa saja yang bisa terjadi pada penderita anoreksia?
Risiko kematian pada kasus anoreksia nervosa ini bahkan terjadi sekitar 4-20%. Risiko ini akan semakin besar jika berat badan penderita kurang dari 60% berat badan normal. Hal ini dapat dilihat dari meninggalnya dua orang model, Ana Carolina Reston (21 tahun) dari Brazil  dan Ramos (22 tahun) dari Italia.
Kok bisa sampai mati sih?
Soalnya, penderita anoreksia yang sudah parah sampai berat badannya kurang dari 60% berat normal biasanya memiliki berbagai komplikasi pada jantung, sistem pencernaan, kulit, metabolisme tubuh, sistem saraf, sistem pernapasan, dan lain-lain.
Selain risiko kesehatan, penderita anoreksia ini akan mengalami beberapa efek psikologis seperti punya perasaan tidak berharga, sensitif, kehilangan minat berinteraksi dengan orang lain, tidak percaya diri, cenderung berbohong demi menutupi perilaku makannya, bahkan depresi gara-gara tidak bisa mendapatkan tubuh yang diimpikannya.
Terus apa aja yang bisa dilakukan untuk penderita anoreksia?
Yang bisa dilakukan untuk penangan anoreksia contohnya adalah CBT (Cognitive Behavioral Therapy) dan MNT (Medical Nutrition Therapy). CBT dilakukan untuk mengubah persepsi tentang bentuk tubuh yang menurut mereka kurang ideal, sebab persepsi bentuk tubuh yang keliru ini membuat mereka cemas dan takut kalau berat badan mereka terus bertambah. Sedangkan MNT atau lebih dikenal dengan terapi gizi ini berhubungan dengan perawatan gizi atau terapi berdasarkan penilaian rinci sejarah medis, psikososial, diet, dan pemeriksaan fisik.
Jadi, mari kita terapkan diet sehat bukan diet ketat yang menjurus ke diet ekstrem. Sesungguhnya untuk cantik tidak perlu sampai sakit, karena sehat adalah arti dari cantik yang sebenarnya.

Referensi:
Agitha, Desty. 2015. Melihat Dunia Anoreksia Nervosa. (http://www.kompasiana.com/destyagith/melihat-dunia-anoreksia-nervosa_551c18e281331111039de21f)
Erdiantono, Sigit Dwi. 2009. Hubungan antara Faktor.... FKM UI: (http://lib.ui.ac.id/file?file=digital/126740-S-5685-Hubungan%20antara-Literatur.pdf)
LPPM UNIVERSITAS MERCU BUANA. 2014. Jurnal Sosio-Humaniora. Yogyakarta: (lppm.mercubuana-yogya.ac.id)
Mehler, Philip S. And Brown, Carrie. 2015. Journal of Eating Disorders: Anorexia Nervosa – Medical Complications. (https://jeatdisord.biomedcentral.com/articles/10.1186/s40337-015-0040-8)

Friday, January 1, 2016

BINGE EATING DISORDER





Binge eating biasa disebut gangguan pesta makan merupakan pola makan yang teratur namun tidak terkendali. Gejala dari binge eating ini adalah gangguan makan yang berlebihan. Saat orang sedang mengalami binge eating disorder ini orang tersebut akan dengan cepat mengonsumsi makanan dalam jumlah yang berlebihan. Kebanyakan orang yang mengalami binge eating ini mencoba untuk menyembunyikan perilaku ini dari orang lain, dan sering merasa malu karena kelebihan berat badan atau tertekan tentang kelebihan makan mereka. Meskipun orang normal yang tidak mengalami gangguan makan ini tetapi sesekali pasti akan mengalami fase makan berlebihan.  Binge eating ini ditandai dengan tidak terkendalinya, makan berlebihan, diikuti oleh perasaan malu dan rasa bersalah. Tidak seperti orang bulimia, orang-orang dengan gejala binge eating biasanya

Pro dan Kontra Populer Diet




Memilki status gizi normal dengan berat badan yang ideal merupakan impian bagi setiap orang. Terutama bagi orang-orang dengan kondisi overweight maupun obesitas, namun terkadang banyak juga orang dengan status gizi normal yang melakukan diet karena kurang puas dengan profil tubuhnya yang dianggap kurang ideal. Tak heran banyak orang yang berlomba-lomba mencoba berbagai jenis diet untuk menurunkan berat badan dengan cepat. Tak jarang mereka menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya, bahkan yang tergolong ke dalam diet ekstrim yang belum dapat dibuktikan keberhasilan serta keamanannya bagi kesehatan. Oleh karena itu perlu ditelusuri dan diperkenalkan kembali dasar pelaksanaan diet serta manifestasi terhadap tubuh. Berikut adalah beberapa diet populer yang lazim dilakukan :